Tuesday, 31 July 2012

Puluhan Preman Mangkal di Terminal Diamankan

Mengantisipasi premanisme menjelang lebaran, puluhan preman di tampat-tempat keramaian diamankan. Puluhan pengamen laki-laki tanpa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan bertato diidentifikasi di Ditreskrimum Polda Jatim. Sebanyak 24 preman berumur 20-30 tahunan ini didominasi pengamen Terminal Purabaya Bungurasih. Dari angka tersebut, polisi mendata sebanyak 12 pengamen tanpa memiliki KTP. 4 Diantaranya dinyatakan Tempat Tinggal Tidak Tetap (T4). "Sisanya mengantongi KTP," kata Kasubdit I Pidana Umum Direskrimum Polda Jatim, AKBP Ahmad Anshori, Selasa (31/7/2012). Puluhan pengamen ini dijaring petugas siang tadi pukul 13.30 WIB di sekitar Purabaya. Mereka terjaring petugas Direskrimum Polda Jatim yang menggelar Operasi Sikat Semeru II tahun 2012. "Operasi ini terkait mengantisipasi premanisme menjelang lebaran, terutama kasus-kasus curas, curat, dan curanmor," terang dia.

Friday, 27 July 2012

TPA Benowo Terbakar

jago merah yang mengamuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo cukup membuat petugas pemadam kebakaran kelabakan. Pasalnya, api yang membakar tumpukan sampah seluas 3 hektar itu membumbung hingga radius 10 meter ke arah barat. "Lahan TPA yang terbakar kira-kira seluas 3 hektar," Chandra Perempuan yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya ini menuturkan, hampir dua jam petugas PMK beradu dengan amuk api. Tak hanya itu, asap tebal kebakaran justru yang menghalangi petugas untuk melakukan proses lokalisir. Menurut dia, asap tebal yang membubung tinggi mengganggu penglihatan petugas di lapangan. Sehingga, bara api yang masih tersisa lebih cepat menyebar dan meluas. "Apalagi angin yang berhembus di sekitar lokasi, cukup kecang," tutur dia. Sementara itu, untuk membantu 9 mobil Damkar yang telah melakukan upaya pemadaman sejak pukul 13.00 WIB tadi, pihaknya juga mendatangkan bala bantuan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. "Kami juga sudah turunkan 4 unit mobil air dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya," pungkas Chandra.

Urai Kemacetan Pasar Kembang -Diponegoro

Urai Kemacetan, Lalin Pasar Kembang - Diponegoro Dialihkan Dinkominfo - Dinas Perhubungan Kota Surabaya berusaha mencari solusi guna menguraikan kemacetan disekitar area pemasangan pembangunan tiang pancang jembatan layang (flyover) jalan Pasar kembang. Rencana pengalihan arus kendaraan dipilih sebagai solusi alternatif untuk mengurangi penumpukan jumlah kendaraan di wilayah tersebut. Rencana tersebut dibahas di Aula Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Selasa (24/7) dihadiri perwakilan dari masyarakat, Polda Jatim dan Dishub kota. Hasilnya, akan segera dilakukan pengalihan lalu lintas dari arah Pasar Kembang menuju jalan Dipoegoro. Agus Haris, Kasi Lalu Lintas menyebutkan pengalihan ini untuk mengurai kepadatan di persimpangan, yang akan diberlakukan sebelum lebaran. Dengan demikian diharapkan kemacetan tidak terlalu parah. Hasil pembahasan menyebutkan kendaraan selain bus dan roda dua dari Jalan Pasar Kembang menuju jalan Diponegoro dialihkan. Yakni melalui jalan Pandegiling. Lalu, di persimpangan jalan Kartini dibelokkan ke kanan ke arah jalan Diponegoro yang selanjutnya mengikuti jalan biasa. Agus menyebutkan rekayasa lalin ini memang sedikit memutar, tetapi itu dilakukan demi kelancaran lalu lintas di sekitar persimpangan tersebut. Tanpa ada rekayasa, kendaraan dikhawatirkan tidak bisa bergerak. Sebab, jalan yang menyempit di area pembangunan jalan layang tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas di wilayah tersebut. Selain pengalihan arus, Dishub Kota Surabaya juga berkoordinasi dengan isntansi lain untuk mengatasi masalah kemacetan di kawasan tersebut. Menurut Agus, pengalihan tersebut hanya bersifat sementara. Yakni, sampai proses pengerjaan proyek flyover tuntas. Selanjutnya, lalin akan melewati jalur biasanya yaitu dari jalan Pasar Kembang langsung ke jalan Diponegoro.

Tuesday, 24 July 2012

Duh KA Komuter SuSi sering mogok

Sejak 1 Bulan ini kereta Komuter Surabaya Sidoarjo sering tidak jalan alias Mogok. sering kali gara gara kereta komuter ini tidak jalan para penumpang yang sudah menunggu di stasiun jadi terlambat bekerja. Seperti diketahui komuter ini melayani para penumpang dari Sidoarjo ke Surabaya maupun sebaliknya , kalau dipagi hari banyak pegawai yang rumahnya disidoarjo mengandalkan kereta ini untuk sampai ke tempat kerja, Selain harga tiketnya yang murah perjalanan kereta ini jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan microlet . Diharapkan ke depan ini seringnya kereta yang tidak jalan ini bisa benar benar diperhatikan oleh PT KAI selaku pelaksana dari Komuter Surabaya - Sidoarjo

Korban Mercon Berjatuhan

Puasa Baru berjalan 4 Hari korban mercon sudah berjatuhan di Surabaya. Nasib malang menimpa bocah berusia 11 tahun. Ardan Maulana menderita luka bakar akibat dilempari petasan kretek oleh salah seorang kawannya. Pasien mengalami luka bakar stadium 2, lanjut dia. Namun, tim dokter memutuskan Ardan tak perlu menjalani rawat inap. "Cukup rawat jalan saja. Kami memfokuskan pengobatan pada kulit di atas pangkal kemaluan yang terkelupas hingga di lapisan kulit dermis," terang dia. Sebelum Arda, ada seorang bocah 8 tahun yang juga harus dirawat di RSU dr Soetomo. Bocah berinisial A ini terkena petasan di bagian mata akibat ulahnya sendiri. Dia bermain 'peledak mini' tersebut di sekitar rumahnya di kawasan Gayungan pada Sabtu (21/7/2012) malam kemarin.

Sunday, 22 July 2012

Hadapi QPR, Persebaya datangkan Diego dan Patrich Wanggai

Manajemen Persebaya memang sengaja mendatangkan Diego Michiels dan Patrich Wanggai untuk menghadapi Queens Park Rangers. Hal ini dilakukan lantaran banyak pemain Persebaya yang cedera dan diragukan tampil. Menurut CEO PT Pengelola Persebaya, Gede Widiade, didatangkannya dua pemain berlevel timnas itu untuk mengcover timnya yang tidak seimbang. Selain itu juga dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tim. Dengan datangnya kedua pemain itu, Gede berharap timnya bisa menyuguhkan pertandingan yang menawan dan menghibur masyarakat pecinta sepakbola Indonesia, khususnya Surabaya. Sementara itu, asisten pelatih Ibnu Graham mengaku pihaknya sudah memberikan pengalaman pertandingan melawan tim eropa. Ia pun berharap, dengan motivasi tinggi serta pengalaman bertandingnya ke pemain membuat tim tidak menjadi lumbung gol oleh pemain QPR. Ibnu mengatakan, meski saat itu kondisinya sangat berbeda. Namun ia yakin para pemain Persebaya akan mempuyai motivasi lebih dalam menghadapi pertandingan ujicoba internasional. Sebagai catatan, Ibnu pernah bermain untuk Persebaya menjamu AC Milan di era 80 an. "Sangat beda kondisinya. Kalau dulu saya main siang dan orang eropa kalau main siang, fisiknya keteteran. Dan sekarang main malam. Dan saya yakin para pemain akan mempunyai keinginan secara tim dan individu untuk menunjukkan kepada lawan jika mereka juga bisa bermain sepakbola dan tidak menjadi lumbung gol," pungkasnya.

Kronologi Perampokan SPBU Kupang

Perampokan SPBU dilakukan oleh dua pelaku. Seorang pelaku masuk ke SPBU dan seorang lagi menunggu di luar. Pelaku yang melakukan aksi menggunakan senpi berhasil membawa kabur sedikitnya uang Rp 100 juta dari brankas. Berikut adalah kronologi kasus perampokan, Minggu (22/7/2012) siang bolong, berdasarkan keterangan dari para saksi. Perampokan itu terjadi pada pukul 10.40 WIB. Saat itu seorang pelaku yang mengenakan celana, jaket dan topi hitam berada di sisi kanan SPBU dekat mushola. Pelaku berpura-pura duduk. 10 Menit kemudian, pelaku berdiri kemudian berjalan ke arah kantor. Pelaku tidak langsung masuk tapi berdiri dahulu di depan kaca kantor. Pukul 10.53 WIB, pelaku masuk. Saat masuk, pelaku sempat menganggukkan kepala kepada dua orang yang ada di dalam kantor yakni Erwin Manai selaku koordinator SPBU dan pemilik SPBU, Happy Heryawan. Pelaku lantas mengeluarkan senpi (pistol). Sambil mengacung-acungkan pistolnya, pelaku meminta kepada kedua orang tersebut untuk mengeluarkan uang yang ada di dalam brankas. Ketakutan, Erwin mengeluarkan uang yang ada di dalam brankas. Jumlahnya Rp 100 juta dengan perincian Rp 50 juta dalam bentuk pecahan Rp 50 ribu dan Rp 50 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu. Uang itu kemudian dimasukkan pelaku ke tas yang dibawanya. Meski sudah mendapatkan uang, pelaku tidak percaya jika uang di brankas telah habis. Di bawah todongan pistol, Erwin dan Happy dipaksa oleh Pelaku untuk menghadap tembok. Selanjutnya, pelaku mencari sendir sisa uang yang ada di dlaam brankas dan laci meja. Ternyata masih ada sisa uang sebanyak Rp 3,7 juta yang ada di alam brankas. Setelah mengantongi uang itu, pelaku mengancam Erwin dan Happy agar tidak mengejarnya jika tidak ingin mati. Selanjutnya dengan cepat pelaku keluar kantor SPBU tersebut. Perampokan di dalam kantor itu berlangsung tak lebih dari 5 menit. Begitu mengetahui pelaku sudah keluar, Erwin dan Happy juga keluar. Selanjutnya kedua orang itu berteriak, "perampok... perampok". Mendengar teriakan itu, salah seorang pegawai SPBU, Septiaji, berusaha mengejar pelaku yang lari ke arah jalan raya. Mungkin panik karena dikejar, pistol pelaku jatuh di depan Jalan Raya Kupang Jaya 1. Namun pistol itu segera diambil lalu ditembakkannya ke arah Septiaji. Untungnya tembakan itu meleset. Di Jalan Kupang Jaya 6 rupanya sudah menunggu seorang rekan pelaku. Pelaku kedua itu sudah menunggu di atas Yamaha Mio J warna merah strip putih. Sambil berboncengan, kedua pelaku akhirnya kabur melawan arus mengarah ke sisi kiri menuju arah putar balik Kupang Jaya