Presiden Joko Widodo pagi ini menerima Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian di Kantor Presiden. Pertemuan itu akan membahas agenda rakor Presiden dengan seluruh gubernur siang nanti.
"Nanti kan ada pertemuan dengan gubernur-gubernur," ujar Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (24/11/2014).
Sofyan mengatakan, pertemuan dia dengan Jokowi juga membahas apa saja pembahasan antara Jokowi dengan para gubernur. Agenda rakor tersebut akan digelar siang nanti di Istana Bogor, Jawa Barat.
"Saya akan dibriefing oleh presiden terlebih dahulu dalam rangka pertemuan-pertemuan nanti," ujarnya.
Agenda Jokowi hari ini memang padat. Dia pagi ini dijadwalkan bertemu Menkeu, Wamenkeu dan Menko Perekonomian. Siang nanti dia akan gelar rakor dengan seluruh gubernur di Istana Bogor. Sedangkan sore nanti, dia akan bertemu Menteri PDT dan Transmigrasi di Kantor Presiden
Sunday, 23 November 2014
Prof Musakkir Pembantu Rektor UNHAS Tersangka Narkoba
Jakarta - Guru besar Universitas Hasanuddin Prof Musakkir dan dua mahasiswi perguruan tinggi swasta yang kedapatan mengkonsumsi sabu direhabiltasi. Langkah medis tersebut diambil setelah tim assesment Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulawesi Selatan menyatakan bahwa ketiga tersangka itu layak direhabilitasi.
Sebelumnya, kata Endi (Kabid Humas Polda Sulsel) , pengacara tiga tersangka tersebut melayangkan surat permohonan untuk direhabilitasi. Surat tersebut lalu dilanjutkan ke pihak BNP untuk dilakukan assesment.
Assesment sendiri terdiri dari berbagai unsur, termasuk penyidik tim medis, dan psikolog. Meski demikian, rehabilitasi terhadap Musakkir dan dua mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar itu tidak berarti menghentikan proses pidana yang dilakukan kepolisian.
"Tidak berarti pidana berhenti saat direhabilitasi, penyidikan tetep berjalan," tegas Endi.
Musakkir dan lima rekannya ditangkap di hotel Grand Malebu, jalan Bontomanai, Makassar, Jumat dini hari (14/11). Dalam penggerebekan tersebut, anggota Satnarkoba menemukan dua paket sabu seberat 2 gram dan 2 butir pil ineks.
Tiga rekan Musakkir, IA, AS dan HI sudah lebih dulu ditetapkan tersangka pada gelar perkara di Polrestabes Makassar, Senin (17/11). IA yang juga merupakan dosen Hukum dan Kepala UPT Bantuan Hukum Unhas dikenakan pasal 112 dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, AS dikenakan pasal 114 dan pasal 127, sedangkan HI dikenakan pasal 132 jo Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009. Belum ada permohonan rehabilitasi dari tiga tersangka lainnya.
Sebelumnya, kata Endi (Kabid Humas Polda Sulsel) , pengacara tiga tersangka tersebut melayangkan surat permohonan untuk direhabilitasi. Surat tersebut lalu dilanjutkan ke pihak BNP untuk dilakukan assesment.
Assesment sendiri terdiri dari berbagai unsur, termasuk penyidik tim medis, dan psikolog. Meski demikian, rehabilitasi terhadap Musakkir dan dua mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar itu tidak berarti menghentikan proses pidana yang dilakukan kepolisian.
"Tidak berarti pidana berhenti saat direhabilitasi, penyidikan tetep berjalan," tegas Endi.
Musakkir dan lima rekannya ditangkap di hotel Grand Malebu, jalan Bontomanai, Makassar, Jumat dini hari (14/11). Dalam penggerebekan tersebut, anggota Satnarkoba menemukan dua paket sabu seberat 2 gram dan 2 butir pil ineks.
Tiga rekan Musakkir, IA, AS dan HI sudah lebih dulu ditetapkan tersangka pada gelar perkara di Polrestabes Makassar, Senin (17/11). IA yang juga merupakan dosen Hukum dan Kepala UPT Bantuan Hukum Unhas dikenakan pasal 112 dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, AS dikenakan pasal 114 dan pasal 127, sedangkan HI dikenakan pasal 132 jo Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009. Belum ada permohonan rehabilitasi dari tiga tersangka lainnya.
Thursday, 13 November 2014
Buruh Kepung Grahadi Siang Tadi
Ribuan buruh berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo. Buruh dari Aksi Anti Upah Murah (KAUUM) Jatim itu meminta Gubernur Jatim Soekarwo untuk merekomendasikan bupati 4 daerah meneken UMK.
Yakni, Kabupaten Mojokerto Rp 2.697.000, Kabupaten Pasuruan Rp 2,7 juta, Kabupaten Sidoarjo Rp 2.710.000 dan Kabupaten Gresik Rp 2.727.000.
"Jangan sampai gubernur mengintervensi kepada bupati/walikota untuk memberikan upah terlalu rendah yang tidak masuk akal," teriak salah satu orator, Kamis (13/11/2014).
Aksi ribuan buruh ini sempat membuat kawasan Jalan Gubernur Suryo ditutup total. Imbasnya, Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Tunjungan mulai macet. Jalur Jalan Gubernur Suryo sudah ditutup. Polisi mengalihkan jalur dari arah Basuki Rahmat diarahkan lewat Embong Malang.suarasuabaya.blogspot.com
Yakni, Kabupaten Mojokerto Rp 2.697.000, Kabupaten Pasuruan Rp 2,7 juta, Kabupaten Sidoarjo Rp 2.710.000 dan Kabupaten Gresik Rp 2.727.000.
"Jangan sampai gubernur mengintervensi kepada bupati/walikota untuk memberikan upah terlalu rendah yang tidak masuk akal," teriak salah satu orator, Kamis (13/11/2014).
Aksi ribuan buruh ini sempat membuat kawasan Jalan Gubernur Suryo ditutup total. Imbasnya, Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Tunjungan mulai macet. Jalur Jalan Gubernur Suryo sudah ditutup. Polisi mengalihkan jalur dari arah Basuki Rahmat diarahkan lewat Embong Malang.suarasuabaya.blogspot.com
Friday, 31 October 2014
Cuaca Panas Surabaya menyebabkan Kebakaran
Cuaca Panas di Surabaya dan sekitarnya , banyak menyebabkan kebakaran, Kamis 30 October 2014, terjadi kebakaran besar di jl Putro Agung III Surabaya yang menyebabkan seluruh rumah habis terbakar. Hari ini di Jalan Utama Porong - Pandaan , Terjadi kebakaran besar di Lahan Tebu . Akibat kering dan Panasnya Cuaca kebakaran yang membakar 3 Ha Lahan tebu ini juga membakar 3 rumah disekitarnya.
Akibat kebakaran lahan tebu ini, menyebabkan kemacetan yang panjang dari arah malang maupun dari arah Surabaya. Akibat asap yang hitam pekat menyebabkan kepolisian terpaksa sempat menutup jalan raya sehingga kendaran harus memutar lewat jalur gempol lama yang sempit.
Kemacetan dari arah Surabaya siang ini sudah terjadi sebelum jembatan arteri porong baru. kurang lebih 3-4 km .
Semoga PMK segera bisa memadamkan kebakaran yang sudah berjalan selama 3 jam ini.
Akibat kebakaran lahan tebu ini, menyebabkan kemacetan yang panjang dari arah malang maupun dari arah Surabaya. Akibat asap yang hitam pekat menyebabkan kepolisian terpaksa sempat menutup jalan raya sehingga kendaran harus memutar lewat jalur gempol lama yang sempit.
Kemacetan dari arah Surabaya siang ini sudah terjadi sebelum jembatan arteri porong baru. kurang lebih 3-4 km .
Semoga PMK segera bisa memadamkan kebakaran yang sudah berjalan selama 3 jam ini.
PT HM Sampoerna pekerjakan karyawan Asing Ilegal
Sebuah pabrik rokok besar di Jawa Timur diduga melakukan tindak pidana memperkerjakan tenaga asing tanpa izin. Tim dari Unit IV Subdit Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim mengamankan 3 pekerja asing dari Italia.
"Warga negara asing ini bekerja tanpa dilengkapi izin," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (31/10/2014).
3 Warga negara asing ini yakni D Addona Simone, Scintu Massimino, keduanya warga negara Italia. Fornello Luca warga negara Australia, bekerja di PT HM Sampoerna Tbk di Jalan Raya Malang-Surabaya KM 51,4 Kabupaten Pasuruan, sebagai pemasang mesin penggilingan tembakau dan mesin pengepakan rokok di area pabrik.
Pada Senin (27/10) lalu, tim Unit IV Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kompol Manang Soebeti ini mengamankan ketiganya saat sedang memasang mesin-mesin tersebut.
Saat diperiksa, pekerja asing tersebut hanya menunjukkan pasport dan visa kunjungan (indeks visa 211). Polisi juga menanyakan ke manajamen HM Sampoerna. Lagi-lagi, tidak ada dokumen yang 'membolehkan' warga asing bekerja di HM Sampoerna. Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen IMTA (Izin memperkerjakan tenaga asing) dari Kementerian Tenaga Kerja . suarasurabaya.blogspot.com
"Warga negara asing ini bekerja tanpa dilengkapi izin," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (31/10/2014).
3 Warga negara asing ini yakni D Addona Simone, Scintu Massimino, keduanya warga negara Italia. Fornello Luca warga negara Australia, bekerja di PT HM Sampoerna Tbk di Jalan Raya Malang-Surabaya KM 51,4 Kabupaten Pasuruan, sebagai pemasang mesin penggilingan tembakau dan mesin pengepakan rokok di area pabrik.
Pada Senin (27/10) lalu, tim Unit IV Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kompol Manang Soebeti ini mengamankan ketiganya saat sedang memasang mesin-mesin tersebut.
Saat diperiksa, pekerja asing tersebut hanya menunjukkan pasport dan visa kunjungan (indeks visa 211). Polisi juga menanyakan ke manajamen HM Sampoerna. Lagi-lagi, tidak ada dokumen yang 'membolehkan' warga asing bekerja di HM Sampoerna. Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen IMTA (Izin memperkerjakan tenaga asing) dari Kementerian Tenaga Kerja . suarasurabaya.blogspot.com
Tuesday, 14 October 2014
KPK Bergerak cek Pasar Turi
Proyek pembangunan Pasar Turi dilaporkan sejumlah pedagang ke KPK. Namun sampai saat ini, pimpinan KPK mengaku masih belum menerima pengaduan tersebut.
"Kami sedang menelaah dan memverifikasi laporan yang masuk terkait pemkot, investor, dan pejabat publik lainnya," ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnaen di sela acara Semiloka, koordinasi dan supervisi, pencegahan (Korsupgah) korupsi di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (14/10/2014).
Namun, sejauh ini KPK masih belum menemukan indikasi kuat tindak pidana korupsi. Meski begitu, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur ini berharap, pedagang Pasar Turi dapat terlayani.
"Yang Penting pedagang terlayani dan aset ini sesuai dengan kontrak yang disepakati," tandasnya
Nasib Pasar Turi
Pemerintah Kota Surabaya memastikan tidak akan mengambil alih pembangunan Pasar Turi. Sebagai gantinya, pemkot kembali melakukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab keterlambatan dan kendala yang dihadapi investor selama pembangunan.
"Jadi kami sepakat hari ini kita akan melakukan kajian teknis yang akan menentukan apa sih yang menjadikan keterlambatan dan sebagainya," kata Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan pada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan investor di Balai Kota Surabaya, Selasa (14/10/2014).
Hendro menyebut ada beberapa yang menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian. Diantaranya adanya TPS, struktur bangunan dan aspek lainnya yang tidak disebutkan rinci.
"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sehingga ini nanti akan tunjuk tim teknis untuk Pasar Turi terkait dengan pelaksanaan penyelesaian Pasar Turi, antara lain tadi yang disampaikan ada TPS, ada bangunan ada struktur yang rodok mengganggu," ungkap dia.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini mengungkapkan akan tetap meminta investor untuk segera melakukan percepatan pembangunan selama tim teknis melakukan kajian.
"Jadi kami sepakat hari ini kita akan melakukan kajian teknis yang akan menentukan apa sih yang menjadikan keterlambatan dan sebagainya," kata Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan pada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan investor di Balai Kota Surabaya, Selasa (14/10/2014).
Hendro menyebut ada beberapa yang menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian. Diantaranya adanya TPS, struktur bangunan dan aspek lainnya yang tidak disebutkan rinci.
"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sehingga ini nanti akan tunjuk tim teknis untuk Pasar Turi terkait dengan pelaksanaan penyelesaian Pasar Turi, antara lain tadi yang disampaikan ada TPS, ada bangunan ada struktur yang rodok mengganggu," ungkap dia.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini mengungkapkan akan tetap meminta investor untuk segera melakukan percepatan pembangunan selama tim teknis melakukan kajian.
Subscribe to:
Posts (Atom)