Tuesday, 2 October 2012

Duh Perploncoan di SMA Bina Bangsa

Menurut Kepala Urusan Kesiswaan M Sahir, sesuatu yang disuapkan ke peserta LDKS yang jongkok di sungai itu adalah campuran roti biskuit, mie instan, kopi bubuk dan garam.
Muhammad Sahir menyatakan di dalam kegiatan LDKS tersebut sama sekali tidak mempunyai tujuan melakukan kekerasan fisik dan mental.

"Melainkan untuk mencetak siswa yang mandiri dan bertanggung jawab," kilah Sahir yang sehari-hari menjadi guru ini.
Sahir juga berusaha meluruskan gambar video yang direkam salah seorang mahasiswa pasca sarjana ilmu komunikasi yang memperlihatkan air sungai diminumkan ke siswa peserta LDKS.
"Itukan air terjun yang mengalir jadi bersih dan suci. Di Islam kan disebutkan bahwa air yang bersih dan suci adalah air yang mengalir," jelasnya.

Tak hanya itu, Sahir yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan yang digelar 31 Agustus-2 September 2012 lalu ini mengaku jika seluruh panitia tidak pernah melakukan kekerasan fisik seperti menginjak peserta yang merupakan gabungan siswa kelas 10 dan 11 yang berjumlah 45 peserta.



Khofifa: Tunggu Desember untuk Maju melawan Sukarwo

Saya rasa Desember 2012 lah. Masing-masing kan punya perhitungan," ujar Khofifah di sela-sela menyambut kunjungan penyanyi Maher Zain di SMA Khadijah, Jl SMEA Wonokromo, Surabaya, Selasa (2/10/2012).
Selain itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur ini untuk menghindari jurang kekalahan seperti pada Pilgub 2008 lalu saat dirinya melawan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa)."Kalau aku itu bikin pemetaan antara lain adalah berdasarkan pengalaman 2008 lalu. 2008 itu kita lihat DPT (daftar pemilih tetap) fiktif dimana-dimana. kita bisa temukan. Lalu kemudian, berujunglah pada proses ketika mengajukan ke MK, lah kok sama MK tidak diregister," tuturnya.

Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Khadijah menambahkan, pola-pola kecurangan sistematis seperti 2008 lalu seperti memanipulasi suara nantinya harus diberangus.
Misalnya suara yang dicoblos dengan suara yang dihitung jumlahnya berbeda.

Perhitungan yang matang itu kata Khofifah juga menyangkut perkembangan e-KTP di seluruh daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah berjalan. Pasalnya, dengan adanya e-KTP, diharapkan dapat mengurangi kecurangan suara."Paling tidak, kemungkinan DPT fiktif bisa direduksi sampai 80 persen," jelasnya.
Dia menyatakan pertarungan di masa yang akan datang harus dilihat secara cermat dan dengan semangat demokrasi. Khofifah tak ingin, problem 2008 akan kembali terjadi pada waktu yang akan datang.



Monday, 1 October 2012

Ratusan kru Bus AKDP Pantura Menginap di Balai Kota

Ratusan kru bus antar kota dalam provinsi (AKDP) pantura Surabaya-Tuban/Bojonegoro yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Angkutan (PPA) Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) akhirnya 'menduduki' gedung Balaikota Surabaya.

Aksi 'pendudukan' kru bus itu dilakukan, karena sampai malam ini mereka belum ditemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan belum ada kepastian pelaksanaan surat keputusan dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub mengenai pengalihan bus jarak jauh atau AKAP Pantura dari Terminal Purabaya Bungurasih ke TOW.
"Kita tidak ada batas waktunya. Kita di sini sampai ditemui walikota dan ada kepastian pelaksanaan surat keputusan dari dirjen dan bu wali," ujar Bambang korlap aksi dari PPA TOW, Senin (1/10/2012).
Dari pantauan detiksurabaya.com, bus yang mengangkut massa diparkir di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Walikota Mustajab depan Taman Surya. Sedangkan ratusan kru lainnya, berada di bus dan ada juga yang bermalam di bawah tenda warna coklat, yang didirikan di depan pagar pintu masuk Balaikota Surabaya sisi timur.
"Ya nggak ada yang mandi. Tapi ini tekad bersama dan apapun yang terjadi kami sia. Kita di sini hanya minta kepastian kapan pelaksanaan surat keputusan dirjen dan bu wali," tegasnya.
Bambang menerangkan, kru bus yang bermalam di depan Balaikota tidak ada yang mandi. Mereka juga tidak mengoperasionalkan armadanya untuk mengangkut penumpang tujuan Surabaya-Tuban, Surabaya -Bojonegoro dan sebaliknya.



Sopir Bus AKDP Pantura Mogok lagi

Ratusan sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan pantura kembali berunjukrasa menuntut kejelasan perubahan trayek. Para sopir mengancam akan terus menduduki kantor Dinas Perhubungan Surabaya, jika tuntutannya tidak dikabulkan.

Dalam aksinya para sopir membawa 20 armada bus yang diparkir menutup seluruh badan Jalan Dukuh Menanggal. Akibatnya, kawasan Dukuh Menanggal yang mengarah ke Masjid Al Akbar Surabaya ditutup total. Bahkan kendaraan dari Bundaran Waru menuju Dukuh Menanggal harus mencari jalan lain.

"Apa yang sudah diputuskan kita minta segera dijalankan. Jangan ditarik ulur. Kita jangan dijadikan kelinci percobaan, dinas (Dishub Surabaya-red) harus tegas," kata Cahyo salah satu koordinasi aksi, Senin (4/6/2012).
Selain melakukan orasi, para sopir juga membawa berbagai spanduk berisi tuntutan yang ditempelkan di depan badan bus. Diantaranya, 'Tegakkan Hukum! Hukum Jangan Dimainkan Pengusaha'.
Sementara perwakilan sopir yang mengikuti pertemuan dengan pejabat Dishub hingga siang ini masih buntu. Lantaran Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Eddy sedang tidak berada di tempat. Sedangkan para sopir yang menunggu di luar dijaga ketat oleh puluhan petugas Sat Brimob Polda Jatim.

Thursday, 27 September 2012

Kebakaran Hutan di Pegunungan Arjuno semakin Luas

Kebakaran masih melanda kawasan Gunung Arjuna. Setelah api yang membakar hutan di wilayah Pasuruan mulai padam, kini api terus merambat ke arah Batu dan Mojokerto.


"Api sekarang sudah masuk wilayah Malang, bukan hanya di Lawang tapi juga sudah merambat ke wilayah Batu," kata Kepala Seksi Malang – Pasuruan Tahura R Soerjo, Gatot Sundoro, Kamis (27/9/2012) petang.
Menurut Gatot, kebakaran di wilayah Pasuruan sudah padam dan hanya tinggal kepulan asap sisa kebakaran saja. Namun api yang masih merembet ke wilayah lain belum padam.

Petugas tidak dapat menjangkau karena medan yang sulit, bertebing curam. Sedikitnya sudah 800 hektar hutan pengunungan Arjuna di wilayah Malang – Pasuruan habis terbakar.

"Petugas dan petani sudah kelelahan setelah sekian hari di gunung berupaya memadamkannya sehingga memutuskan untuk turun dan balik ke rumah masing-masing," imbuhnya.
Luluk Suhariyanto, Kepala Seksi Mojokerto – Jombang Tahura R Soerjo mengatakan kebakaran hutan di wilayahnya mencapai 195 hektar dan terdiri dari 11 blok berada di ketinggian antara 900 hingga 1.900 meter di atas permukaan laut. Meski demikian, kebakaran bisa dikendalikan karena petugas langsung memadamkan titik api yang muncul.



Koramil Surabaya Dapat Mobil Patroli dari Walikota

Setelah memberi bantuan mobil patroli ke polsek jajaran Polrestabes Surabaya, kini Walikota Surabaya memberi bantuan mobil patroli untuk 21 koramil di Surabaya. Walikota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, bantuan pinjam pakai mobil patroli ke koramil itu tidak melanggar hukum atau akan menimbulkan polemik seperti saat bantuan mobil ke polsek jajaran Polrestabes Surabaya. Karena, walikota sudah menyampaikan permasalahan tersebut dan mendapatkan persetujuan dari Mendagri. Hal itu kata Tri Rismaharini, disampaikan sewaktu rapat bersama dengan wakil presiden yang dihadiri para menteri juga sudah disampaikan rencana tersebut. "Ya saya ngomong, ini (pemberian bantuan mobil pinjam pakai ke polsek) diributkan dengan perkara ini. Apakah saya salah kalau saya pingin kota saya aman, masyarakat tenang, masyarakat nyaman. Pak Mendagri menyampaikan, itu ada aturannya dan bisa," ujar Tri Risma di sela acara pemberian bantuan mobil patroli pinjam pakai ke koramil di Surabaya, Kamis (27/9/2012) 21 Unit mobil patroli jenis isuzu Panther dengan plat merah itu dipinjamkan ke seluruh koramil di jajaran Kodim Surabaya Selatan, Surabaya Utara dan Surabaya Timur. Risma menerangkan, pemberian bantuan mobil patroli itu, sebagai upaya Pemkot Surabaya menciptakan Surabaya yang aman dan nyaman, dengan melibatkan semua unsur seperti TNI, Polri termasuk kecamatan. "Surabaya salah satu kota teraman di dunia, tapi kita tidak boleh sombong, kita harus siaga," tuturnya. Pemberian bantuan mobil patroli untuk Koramil di Surabaya merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Bahkan mendapatkan sambutan baik dari Pangdam V Brawijaya maupun KASAD serta Mendagri. Pemkot Surabaya, juga berancang-ancang memberikan bantuan mobil operasional secara pinjam pakai ke Garnisun.

Sunday, 23 September 2012

Ledakan di Margomulyo bukan Bom

Ledakan di pergudangan Margomulyo Indah blok B/10 menyebabkan 2 orang tewas dan 2 orang luka, dipastikan bukan dari bahan peledak atau bom. Ledakan itu berasal dari gas sisa lem dan meledak karena dipicu rokok dari seorang korban yang meninggal dunia. "Yang jelas bukan bahan peledak. Itu akibat dari gas lem yang kuat yang dikumpulkan oleh korban yang meninggal dunia. Dan dipicu oleh api dari rokok," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBp Farman, Minggu (23/9/2012). Dari hasil olah TKP dan penyisiran tim Gegana Brimo Polda Jatim pasca kejadian kemarin, tidak ditemukan bahan peledak. Namun, polisi menduga ledakan dari gas sisa lem sepatu tersebut dipicu dari rokok. Indikasinya, Kamri salah satu korban yang tewas, itu yang menyulut rokok. "Dari hasil identifikasi, Kamri badannya utuh. Yang rusak parah tangan sebelah kanan hancur, terutama jarinya. Dan di tubuh korban terdapat rokok kretek," tuturnya. Meski diduga pelaku pemicu ledakan sudah tewas, polisi masih terus menyelidikinya, mengenai dugaan kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Termasuk akan memintai keterangan dari pengelolanya. Pasalnya, jika pengelola itu sudah mengetahui dampak bahaya lem tersebut yang mengandung zat yang mudah terbakar atau meledak, tapi kenapa masih diperbolehkan merokok di situ. " Nanti kita pelajari lagi. Apakah pengelolanya sudah memberikan peringatan sebelumnya terhadap pelaksanaan tugas. Kalau sudah ada peringatan, berarti ada unsur kelalaiannya," jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan disusul kemudian kebakaran di pergudangan Margomulyo Indah Blok B/10, Sabtu (22/9/2012) sekitar pukul 10.10 wib. Peristiwa itu terjadi di sebuah garasi truk yang di belakangnya terdapat tempat pembuangan sampah indutri. Dalam ledakan itu 2 orang tewas yakni Jayus (40) warga Rembang, Jawa Tengah; Kamri (45) warga Branjangan, Osowilangun, Benowo, Surabaya. Sedangkan 2 orang selamat dan mengalami luka yakni Supadi (50) Kedamean Gresik mengalami luka berat dan Kasman (30) awal Sela, Rembang, Jateng mengalami luka ringan.