Wednesday, 18 July 2012

Pemkot Gelar Pasar Murah

Pasar murah yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya berlangsung 17 – 18 Juli 2012. Melonjaknya harga bahan pangan di pasar luar membuat pemerintah tergerak untuk megadakan acara tersebut. Acara yang bertempat di Taman Surya Surabaya ini meyediakan berbagai bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. 31 stand yang disediakan oleh pemerintah diramaikan oleh instasi-instasi yang berpartisipasi. Bahan-bahan pokok yang ditawarkan antara lain beras, minyak goreng, telur, ikan segar, buah-buahan, sampai dengan aksesoris dan souvenir juga tersedia. Harga yang ditawarkan di pasar murah ini terbilang lebih murah dari pasaran luar. Misalnya harga telur dipasar luar mencapai Rp. 18.000 tetapi acara ini hanya 16.500. Begitupun dengan gula pasir yang dipatok harga 10.500, dengan belanja gula pasir disini dapat menghemat uang Rp. 2.000 per kilo. Ada juga beras yang dijual sangat murah disini, raja lele dibandrol dengan harga Rp.7.400/kg dan beras berkualitas lainnya yaitu beras cap kasuari seharga Rp. 7.500/kg. Minyak goreng kemasan dari salah satu brand terkenal juga dibuat murah di Pasar Murah ini dan kita bisa berhemat sampai dengan Rp. 5.000. Menurut Pengunjung, Rumiyati harga yang ditawarkan sangat murah. “Saya jadi semangat untuk membeli bahan pangan sekaligus persiapan untuk ramadhan,” ucapnya. Selain rumiyati, Ida karyawan Dinas Bagian Umum Pemerintah Kota Surabaya juga berpendapat sama.Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya Eko Agus mengucapkan sering mendengar di media massa kalau harga bahan pangan menjelang bulan ramadhan akan mengalami kelonjakan, tetapi berdasarkan pantauan pada minggu ini mengalami penurunan. Sumber:Surabaya.go.id

Tuesday, 17 July 2012

Jalan Pattimura ada di Surabaya

Perjuangan dan semangat Kapitan Pattimura melawan penjajah bangsa ini menginspirasi warga Maluku yang berdomisili di Surabaya untuk menabadikan namanya pada sebuah jalan di Kota Pahlawan. Dengan usaha yang cukup panjang, akhirnya perjuangan mereka menuai hasil dengan diresmikannya jalan Patimura menggantikan nama jalan Darmo Permai Utara. Perubahan nama jalan ini diresmikan langsung oleh Walikota Tri Rismaharini, Sabtu (14/7). “Ini (pemakaian nama jalan Pattimura, red) merupakan penghormatan bagi warga Maluku yang berdomisili di Surabaya dan selama ini ikut membangun kota ini menjadi lebih baik,” ucap Risma. Kedatangan Risma ini disambut tarian adat maluku dengan penyerahan obor oleh mantan pemain Persebaya, Reinold Pieterz, yang juga warga Maluku. Obor itu kemudian disampikan kepada Simon Lekatompesy, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang kemudian memberikannya kepada Risma. Pemberian obor itu mengambarkan semangat Patimura dan semangat wargaMaluku di Surabaya unruk selalu mengenang dan mengabadikan nama para pahlawan di Kota Pahlawan. Dalam kesempatan tersebut, Erick menceritakan pengalamannya bersama warga Maluku memperjuangkan Pattimura menjadi nama jalan di Surabaya. “Saya pernah ditanya seberapa banyak warga Maluku di Surabaya sehingga ingin sekali mengabadikan nama Pattimura. Saya katakan, jangan melihat jumlah, tapi lihat perjuangan Pattimura untuk bangsa ini,” ucapnya.

Bulan Ramadhan, Jam Kerja Pemkot dikurangi

Selama bulan Ramadan, para pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya akan mendapatkan pengurangan jam kerja. Namun itu tak berlaku untuk pegawai rumah sakit, dinas kebakaran dan perhubungan. Dari 8,5 jam setiap harinya akan dikurangi 1,5 jam. Pengurangan jam kerja ini menyusul terbitnya surat edaran dari Pemprov Jatim dan Kemendagri yang menyebutkan tentang pengurangan jam kerja bagi PNS. Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemkot Surabaya Yayuk Eko Agustin, para PNS yang biasanya masuk pukul 07.30-16.00 menjadi masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. "Dalam surat edaran yang kita terima, pengaturan jam masuk dan pulang kita yang mengatur. Pokoknya jam kerja dikurangi 1,5 jam seperti halnya tahun-tahun sebelumnya," kata Yayuk, Selasa (17/7/2012). Yayuk menegaskan, pengurangan jam kerja tidak berlaku di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah dan instansi Pemkot Surabaya. Karena, ada beberapa instansi khusus seperti UGD RSU dr Soewandhie, Dinas Kebakaran serta Dinas Perhubungan jam kerjanya tidak dipotong. "Kalau untuk instansi khusus kita serahkan ke masing-masing pimpinannya untuk melakukan penjadwalan ulang shift kerjanya," imbuhnya. Meski ada pengurangan jam kerja, Yayuk tetap tidak akan memberikan toleransi bagi PNS yang kinerjanya menurun sehingga berimbas kepada pelayanan publik.

Sunday, 8 July 2012

Kawasan Konservasi Keputih

Memiliki tambak dengan luas mencapai 1.278 ha menjadikan Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo sebagai salah satu tempat dari 7 kelurahan yang masuk dalam kawasan konservasi. Area ini mempunyai peluang besar untuk dikembangkan mrnjadi kawasan produk udang dan bandeng organik. Melihat potensi tersebut, Dinas Pertanian Kota Surabaya berencana gelar Panen Udang dan Bandeng di IPLT Keputih, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Sabtu (7/7) pukul 08.00 WIB. Hal tersebut disampaikan Aris Munandar, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian Kota Surabaya pada konferensi pers yang digelar di Kantor Bagian Humas Kota Surabaya, Kamis (5/7). Aris menjelaskan rangkaian acara yang telah dipersiapkan untuk mendukung kemeriahan panen raya yang menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Beberapa kegiatan tersebut diawali dengan digelarnya fun bike yang mengambil start di Terminal Keputih yang akan diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB. “Track yang akan dilalui akan sangat berbeda dari fun bike biasanya. Kali ini kami akan menyuguhkan medan yang menguji adrenalin. Mengapa demikian, karena track yang kita buat adalah para peserta fun bike harus melewati pematang tambak. Yang biasanya dilalui dengan berjalan kaki, tetapi besok dilalui dengan menggunakan sepeda. Track tersebut diperkirakan sepanjang ± 15 km yakni berakhir di pantai atau kaki Suramadu,” ucapnya penuh semangat. Tak hanya bersepeda, lanjut Aris, para peserta juga akan menanam 5.500 bibit mangrove hasil sumbangan PT. Astra di area pematang tambak, Pantai Keputih dan DAS Sungai. “Penanaman mangrove ini masuk dalam rencana jangka panjang. Yang diharapkan nanti akan tumbuh dan menjadi lokasi alternatif wisata di Surabaya,” ungkapnya. M. Fixer, Camat Sukolilo menambahkan puncak acara ini akan dilaksanakan panen udang dan bandeng yang dilakukan Walikota dan tebar benih udang windu dan benih bandeng. “Adapun benih udang yang ditebar sebanyak 20.000 ekor dan benih bandeng sebanyak 5000 ekor. Setelah panen dan tebar benih, akan ada kebor bareng. Tiket telah kami persiapkan 200 lembar, yang akan dijual kepada masyrakat yang ingin berpartispasi yakni cukup membeli tiket seharga Rp. 50.000,” jelasnya. Tak lupa, gelar produk pertanian juga akan meramaikan kegiatan ini. Dengan melibatkan 12 petani tambak dari kelurahan Keputih dan 6 kelurahan dari kecamatan sukolilo. Menurut Fixer, apa yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan warga Keputih adalah salah satu upaya untuk pelestarian lingkunga. “Jadi kami sepakat mengambil tema Dari Keputih Untuk Dunia sebagai tema acara besok pagi,” pungkasnya. Aris menambahkan kegiatan panen raya ini merupakan inisiatif dari kelompok pembudidaya “Mina Puti” yang didukung segenap komponen masyarakat kelurahan keputih bersama Pemkot Surabaya yang menginginkan suatu lingkungan pesisir yang lebih produktif, lestari dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “Disamping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat para pembudidaya Udang dan Bandeng di wilayah Keputih dimana pada tahun 1995 kelompok pembudidaya “Mina Putih” pernah menjadi juara II Tingkat Nasional Lomba Budidaya Udang,” ucapnya. (Hy Sumber : Surabaya.go.id

Liburan Selesai Bungurasih Penuh

Terminal Bungurasih Surabaya ,Sabtu 9 july dan Mingu 10 July penuh dengan penumpang yang akan kembali ke daerah masing - masing , hal ini akibat dari Libura sekoalh sudah selesai dan senin 11 July 2012 siswa sekolah sudah mulai Masuk Sekolah Bus - Bus Jurusan ke ke Malang hari sabtu malah jam 7 sore penumpang malah sudah mulai menunggu bus yang akan membawa bus ke Kota Malang , dan yang lebih parah Bus bus jurusan Barat Surabaya seperti tujuan , Madiun, Solo dan Jogya Bus Patas yang ada sudah benar - benar Habis, Para Penumpang harus menunggu sampai 2-3 Jam menunggu bus yang datang . sementara Bus Jurusan Semarang meskipun Penumpang juga menunggu lama tapi tidak separah Bus Jurusan Jogya , Mereka masih bisa terangkut oleh Bus Jurusan Semarang. Hal ini kerap terjadi di musim liburan sekolah, atau liburan panjang. Bus Tujuan Barat Surabaya seringkali menjadi rebutan para Penumpang .

Libur selesai Jembatan Suramadu Full

Di akhir liburan, jumlah masyarakat yang melintasi Tol Jembatan Suramadu meningkat. Kendaraan roda dua (R2) ada lonjakan mencapai 70 persen. Sedangkan kendaraan roda empat (R4) atau lebih terjadi peningkatan sekitar 50-60 persen. Sedangkan puncak arus balik dari Madura ke Surabaya diperkirakan terjadi petang hingga pukul 21.00 Wib. Pungki Djoko menerangkan, sejak pukul 08.00 Wib terjadi antrean sekitar 300 meter untuk kendaraan R2 dari sisi Surabaya. Bahkan, 1 gardu untuk kendaraan R4, 'terpaksa' dibuka untuk kendaraan R2, agar tidak menimbulkan antrean yang lebih panjang lagi. "Total gardu untuk kendaraan R2 sebanyak 3 gardu dan 1 gardu untuk kendaraan R4," ujar pria yang menjabat Kasi Pelayanan Lalu Lintas Jasa Marga Suramadu, Minggu (8/7/2012). Sedangkan dari sisi Madura menuju ke Surabaya, petugas Jasa Marga juga membuka 1 gardu kendaraan R4. Sehingga total gardu untuk kendaraan R2 sebanyak 3 gardu dan 2 gardu untuk kendaraan R4. Dari data Jasa Marga Suramadu, jumlah kendaraan R2 dari sisi Surabaya menuju ke Madura yang tercatat hingga pukul 15.00 Wib sebanyak sekitar 15.000 unit. U ntuk kendaraan R4 sekitar 6-7 ribu unit. Sedangkan dari arah sebaliknya, kendaraan R2 sebanyak sekitar 7-8 ribu unit dan jumlah kendaraan R4 dari Madura jumlahnya sekitar 6-7 ribu unit. "Ada peningkatan jumlah kendaraan R2 sekitar 70 persen dibandingkan dengan hari libur biasa. Kalau R4 ada peningkatan sekitar 50-60 persen," tuturnya.

Promosi "EMCO" di lajur Sepeda diminta dihapus

Dinas Perhubungan (Dishub) didesak menghapus logo perusahaan cat Emco yang 'disusupkan' di jalur sepeda. Komisi C DPRD Surabaya menilai adanya promosi di proyek yang dibiayai APBD itu tidak tepat. "Harus dihapus. Karena soal merek cat itu tidak pernah dipaparkan di Komisi C. Kalau ada rencana itu pasti akan kita tolak. Saya kira Pemkot harus konsisten dengan proyek itu," tegas Adi Sutarwijono. Polisi PDI Perjuangan asal Rungkut ini menyatakan Dinas Perhubungan harus bertanggungjawab. "Ini bukan persoalan partisipasi swasta untuk pembangunan atau tidak. Tapi ini proyek APBD yang sudah ada perencanaan," terang anggota Komisi C ini saat dihubungi, Minggu (8/7/2012). Ia meminta Dinas Perhubungan sebagai instrumen pemerintah mampu melaksanakan pembangunan jalur sepeda tahap I yang disiapkan di sepanjang jalan protokol yang untuk sementara ini dijadikan pilot project. "Apa betul jalur sepeda itu efektif. Jika kemudian bisa mengubah prilaku transportasi, tentu dewan akan menganggarkan lebih besar," katanya. Yang pasti kata Adi, kebijakan Dinas Perhubungan dengan menerima sumbangan cat warna orange dengan kompensasi penyebutan merek Emco itu sangat disesalkan. "Dishub jangan tergoda dengan sumbangan. Demikian pula, Emco kalau niatnya menyumbang juga gak perlu titip logo. Kalau ada logo kan ada motif. kasus ini akan menjadi evaluasi komisi C pada rapat SKPD triwulan kedua, maupun nanti saat pembahasan PAK," pungkas Adi.