Tuesday, 5 June 2012
Piala Adipura diarak mulai Juanda - Balai Kota Surabaya
Piala Adipura kembali diraih Kota Surabaya. Ini sekaligus kado hari jadi ke 719. Pemerintah Kota Surabaya berbagi dan mengajak warga menikmati keberhasilan itu dengan mengarak saat tiba di Bandara Juanda menuju Balai Kota Surabaya.
"Piala akan disambut Ibu Walikota setelah sampai di Balai Kota. Piala akan diarak dan di bawa oleh Cak dan Ning,
Dari Bandara Juanda, arak-arakan akan melewati Jalan Ahmad Yani, Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pemuda.
Sementara persiapan sudah dilakukan di balai kota. Tenda cukup besar sudah dipasang. Pasukan kuning dan petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga banyak terlihat di taman kota.
Terlihat juga atraksi seni tarian dan reog Ponorogo yang bersiap menunggu kedatangan arak-arakan. Hingga pukul 09.00 WIB, arak-arakan belum datang ke Balai Kota Surabaya
Monday, 4 June 2012
Adipura Kencana untuk Kota Surabaya
Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini berlangsung di Istana Negara Jakarta. Acara ini akan ditandai dengan pemberian penghargaan pada provinsi, Walikota dan perorangan yang dianggap berjasa dalam menjaga lingkungan hidup.
Kalpataru ataupun Adipura yang diserahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI sebanyak 183 buah.
adapun Kota Surabaya akan mendapatkan Piala Adipura Kencana , dimana bagi Walikota Tri Rismaharini merupakan Penghargaan yang ke 2 sebagai Walikota Surabaya. Suarasurabaya.blogspot.com
Awak Bus AKDP Bermalam di Depan Balaikota
Akibat tidak ditemui oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini para awak Bus Pantura AKDP menginap di depan Balaikota Surabaya.Dalam pertemuan pejabat Pemkot Surabaya dan perwakilan awak bus AKDP, tidak menemukan titik kesepakatan tentang pelaksanaan perubahan trayek bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Purabaya Bungurasih ke Terminal Tambak Oso Wilangun.
"Mohon maaf dan pengertian bapak-bapak. Saya tidak bisa memutuskan hari ini, karena saya hanya diperintahkan bu wali untuk menampung aspirasi bapak. Saya akan sampaikan ke bu wali dan silahkan besok telepon saya atau datang ke sini kabar selanjutnya," kata Kepala Bakesbanglinmas Kota Surabaya, Soemarno pada pertemuan dengan awak bus AKDP, Senin (4/6/2012).
Karena tidak ada kepastian tentang tuntutan mereka, awak bus pun tidak mau beranjak dari depan Balaikota Surabaya.
Usai pertemuan di ruang sekda, awak bus berkumpul di depan Balaikota Jalan Sedap Malam. Aparat kepolisian pun berusaha menegoisasi mereka agar meninggalkan lokasi, tapi tak diharukan.
Sunday, 3 June 2012
Bonek Klaim Tindakan Polisi Tembakkan Gas Air Mata Berlebihan
Asosiasi Suporter Persebaya (ASP) sangat menyesalkan tindakan represif yang dilakukan polisi saat pertandingan antara Persebaya 1927 vs Persija.
Tindakan polisi dinilai sudah keterlaluan. Namun bonek belum akan melakukan tindakan apapun baik melakukan demo atau menuntut pertanggungjawaban polisi.
"Kami belum akan melakukan tindakan apa pun. Masih akan kami konsultasikan dan rapatkan dulu dengan yang lain," kata Wakil Ketua ASP, Awi, saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (4/6/2012).
Awi menjelaskan, pihaknya saat itu sudah berusaha meredam aksi bonek. Pihaknya juga hendak bendak berbicara dengan poisi. Tetapi yang terjadi kemudian adalah polisi bertindak di luar perkiraan. Bonek, kata Awi, justru menjadi liar dan melempar batu setelah polisi menembakkan gas air mata.
Sumbe: Detik.com
Lagi Bus Pantura AKDP Mogok .
Ratusan sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan pantura kembali berunjukrasa menuntut kejelasan perubahan trayek. Para sopir mengancam akan terus menduduki kantor Dinas Perhubungan Surabaya, jika tuntutannya tidak dikabulkan.
Dalam aksinya para sopir membawa 20 armada bus yang diparkir menutup seluruh badan Jalan Dukuh Menanggal. Akibatnya, kawasan Dukuh Menanggal yang mengarah ke Masjid Al Akbar Surabaya ditutup total. Bahkan kendaraan dari Bundaran Waru menuju Dukuh Menanggal harus mencari jalan lain.
"Apa yang sudah diputuskan kita minta segera dijalankan. Jangan ditarik ulur. Kita jangan dijadikan kelinci percobaan, dinas (Dishub Surabaya-red) harus tegas," kata Cahyo salah satu koordinasi aksi, Senin (4/6/2012).
Sementara perwakilan sopir yang mengikuti pertemuan dengan pejabat Dishub hingga siang ini masih buntu. Lantaran Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Eddy sedang tidak berada di tempat. Sedangkan para sopir yang menunggu di luar dijaga ketat oleh puluhan petugas Sat Brimob Polda Jatim.
Izin laga Persebaya IPL dibekukan
Buntut kerusuhan antara suporter dengan petugas kepolisian membuat izin pertandingan Persebaya IPL dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Marianto kepada wartawan di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Minggu (3/6/2012).
Sayangnya Tri enggan menjelaskan alasan pembekuan izin pertandingan Persebaya. " Kita lihat ke depan setelah kita kaji lagi," jawabnya singkat.
Sementara Manager Tim Persebaya, Saleh Hanifah enggan mengomentari pembekuan izin pertandingan timnya. Ia beralasan jika saat ini pihaknya masih berkabung atas tewasnya suporter Persebaya diduga terinjak-injak saat terjadi keributan di dalam stadion usai pertandingan.
"Gak komentar dulu saya. Saya masih prihatin dan berkabung atas kejadian ini," katanya kepada wartawan.
Bonek VS Polisi 1 Bonek Tewas terinjak Injak
Lagi Lagi kompetisi Sepak bola di Indonesia memakan korban, setelah kejadian di jakarta dengan tewasnya 3 orang Suporter akibat dianiaya , sekarang di Surabaya,Terjadi bentrok antara Bonek dengan Polisi di Stadiun Gelora 10 November Surabaya, Akibatnya terjadi korban Tewas dengan indikasi terinjak suporter lainnya waktu terjadi bentrok dengan Polisi.Bonek nahas tersebut bernama Purwo Adi Utomo alias Tommy, warga Babadan Rukun VI. Korban tewas lantaran kekurangan oksigen setelah terinjak-injak suporter lainnya.
Dalam laga Persebaya VS Persija Jakarta yang berakhir seri dengan skor 3:3. Kericuhan turut diwarnai dengan penembakan gas air mata oleh petugas kepolisian ke arah salah satu tribun penonton. Akibatnya, suporter kocar-kacir dan banyak di antaranya yang pingsan dan mengalami luka-luka
Subscribe to:
Posts (Atom)