Monday, 5 March 2018

Sejarah Surabaya #Part 1

Peta Surabaya tahun 1807
Peta tertua Surabaya yg ada adalah tahun  1787 yang menggambarkan wilayah Jembatan Merah dan
sekitarnya. Didalam peta tersebut tergambarkan Fort Kalimas, strategi klasik VOC ketika menduduki kota pelabuhan di sepanjang pantai Utara Jawa pertama-tama adalah mendirikan benteng yang berfungsi ganda sebagai gudang penyimpanan hasil pertanian di tepi sungai yang berhubungan langsung dengan pelabuhan6. Letak yang sangat strategis tersebut menjamin keamanan bagi personelnya. Karena sungai tersebut disamping sebagai sumber air minum serta alat transportasi perdagangan yang menghubungkan pedalaman (penghasil komoditas perdagangan pertanian) dan daerah pelabuhan, juga bisa langsung dipakai untuk melarikan diri kearah laut kalau situasi tidak aman
Peta Surabaya Tahun 1787
 

source : diambil dari berbagai sumber di internet 
 
 
 
 
 
 
 
 

  

Tuesday, 28 November 2017

Banjir 1 m Raya Porong masih ditutup Total

Jalur protokol Raya Porong masih ditutup pada Selasa (28/11/2017) ini karena ketinggian banjir masih 1 meter.

AKP I Gusti Made Merta Wakasatlantas Polresta Sidoarjo mengatakan, banjir yang merendam Raya Porong ini bukan karena tanggul jebol tapi karena luapan sungai.

"Saat ini jalur protokol masih kita tutup dan kondisi saat ini di tol memang padat," kata Gusti Made 

Untuk arus lalu lintas dari Pasuruan menuju Surabaya, kata dia, masih terpantau normal.

"Kami sudah buatkan pos pemantauan banjir di ruas jalur protokol Raya Porong," ujar dia.

Gusti Made mengimbau, agar pengguna jalan untuk menghindari jalur protokol Raya Porong.


 Sementara Jalur Tol Sidoarjo- Porong menuju arteri mengalami macet luar biasa, untuk bisa keluar dari Tol Sidoarjo-Porong-Arteri membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam . padahal biasanya ditempuh dalam waktu 30 Menit 

"Kalau mau ke arah Mojokerto, dari Pasuruan lanjut ke Apolo langsung masuk Japanan saja," katanya


Jalur Rel Porong terendam Banjir - Kereta Ke Jurusan Timur Surabaya Putus

Gatut Sutiyatmoko Manajer Humas PT KAI Daops 8 Surabaya mengatakan, ruas Tanggulangin ke arah Porong masih tergenang banjir karena intensitas hujan masih tinggi.

"Akibat air merendam rel, hampir semua kereta api yang melewati rel itu mengalami gangguan khususnya KA ke arah Banyuwangi," kata Gatut pada Radio Suara Surabaya.

Kata Gatut, kereta api penumpang dari arah Surabaya menuju Banyuwangi diangkut dari Gubeng menuju Bangil dengan bus.

Untuk KA Bima dan Sri Tanjung dijalankan dengan skenario jalan memutar dari Malang-Blitar-Kediri-Tulunagung. Kedua kereta ini tidak berangkat dari Surabaya Gubeng.

"Mulai kemarin beberapa upaya sudah kita lakukan. Penambahan batu kricak, peninggian rel. Dilakukan uji coba," ujar dia.

Selain itu, tambah dia, Pemkab juga sudah menurunkan alat penyedot air. "Tapi kelihatannya tidak ada hasil yang signifikan karena air cenderung naik," tambahnya.

Porong Sidoarjo Banjir



Jalan Raya Porong Sidoarjo, Jawa Timur tergenang air banjir setinggi 30 hingga 100 centimeter menyusul hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir.

Humas Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengky Listria Adi pada Minggu mengatakan, untuk mengurangi genangan, pihaknya mengerahkan delapan unit pompa.

Pompa dioperasikan di beberapa titik seperti di Ketapang, Tol Buntung, dan di sekitar tanggul untuk mengalirkan air menuju Sungai Ketapang, katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

"Sedangkan untuk semua kendaraan kendaraan saat ini sudah dilewatkan melalui jalur barat ya ini ke ke jalan arteri," katanya .

Sunday, 12 March 2017

Polisi Tindak pengendara pengguna Bahu Jalan di TOL

    AKBP Aris Yudha Legawa Kasat PJR Polda Jawa Timur memberikan peringatan kepada para pengguna jalan, terutama untuk para pengguna tol untuk tidak menggunakan lajur kiri.

Pasalnya tinggi ruas bahu jalan dengan jalan utama berbeda dan sesuai aturan bahu jalan hanya diperuntukan bagi kendaraan yang sedang dalam keadaan darurat. Sedangkan tempat peristirahatan untuk pengguna jalan tol berada di rest area telah disediakan.

"Kami tidak pernah membiarkan, kami selalu melakukan penindakan terhadap perilaku pelanggaran lalu lintas," ujar AKBP Aris Yudha Legawa pada Radio Suara Surabaya, Sabtu (11/3/2017).

Ia juga mengaku pihaknya sudah melakukan tilang sebanyak 40 kali dalam sehari terhadap pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas terkait pemanfaatan bahu jalan.

Peraturan tersebut juga tercantum dalam Pasal 63 Ayat (2) secara tegas diatur bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) bulan atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta Rupiah).

Pihaknya juga telah melakukan operasi simpatik untuk mengurangi pelanggaran masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Operasi ini mengedepankan pembinaan, pencegahan, serta penegakan hukum secara selektif untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang lalu lintas jalan raya.

Selain menciptakan efek jera kepada masyarakat melalui tilang, Satlantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat melalui sosialisasi tentang keselamatan berkendara.

"Mau ditilang berkali-kalipun kalau memang tidak ada kesadaran dari diri, ya tetap saja melanggar," imbuh Aris

ITS berubah Status PTN Berbadan Hukum

    Setelah sebelumnya menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), kini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah berganti status menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN-BH).

Perubahan status ini secara resmi ditetapkan melalui Kick Off ITS PTN-BH yang dilakukan di Graha Sepuluh Nopember ITS, Rabu (8/3/2017).

Kick Off ditandai dengan penekanan tombol bersama oleh Prof Ainun Naim PhD MBA Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang mewakili Menristekdikti, Dikti Dr Ir Patdono Suwignjo MEng Sc Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Iptek, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD Ketua Senat Akademik ITS, Prof Dr Mohammad Nuh DEA Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS dan Dr Dwi Soetjipto Ketua Umum IKA ITS.

Meskipun baru menyandang status PTN-BH, Joni memiliki target agar kampus perjuangan ini nantinya bisa menjadi panutan PTN se-Indonesia. Pria nomor satu di ITS itu menyatakan, saat ini ia sedang berfokus pada karya yang dihasilkan oleh ITS agar dapat menghasilkan keuntungan.

"Hal komersial ini memang menjadi target kita. Karena kita perlu mencari pendapatan agar dapat terus berkarya," ujar Joni.

Selain itu, Joni mengaku memiliki target publikasi akreditasi internasional hingga 1.000. Meningkat 300 dari hasil publikasi sebelumnya yang masih mencapai 700.

Ada beberapa bidang yang mencakup publikasi tersebut, di antaranya kemaritiman, energi, pemukiman dan lingkungan, informasi komunikasi dan teknologi, serta nano teknologi.

"Harapannya agar ITS bisa menjadi nomor satu di Indonesia, dan melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Saya ingin ITS bisa menjadi panutan di Indonesia," kata Joni.

Sementara itu, Priyo Suprobo yang biasa disapa Probo menjelaskan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan setelah satu tahun lamanya ITS mengalami transisi dari PTN-BLU menjadi PTN-BH. Yaitu budaya kerja, menurutnya, budaya kerja PTN-BH tentu berbeda dengan budaya kerja PTN-BLU.

"Hal ini sangat perlu diperhatikan, karena budaya kerja dapat memengaruhi kegiatan manajemen. Dan harapannya, agar kegiatan manajemen kedepannya menjadi lebih baik lagi," kata Priyo.

Selain itu, tambahnya, rencana rektor juga perlu diperhatikan. Mulai dari kebermanfaatan ITS untuk menyelesaikan masalah di Indonesia hingga kegiatan internasionalisasi yang digencarkan.

"Dua hal ini tidak kalah penting untuk mendapat perhatian khusus. Menurut saya, intropeksi juga perlu terus dilakukan agar dapat mencapai dua nilai tersebut," kata mantan Rektor ITS periode 2011 � 2015 ini bersemangat.

 

Hujan Angin Menerpa Surabaya

   
Hujan disertai dengan Angin keras menerpa Kota Surabaya tanggal 7 Maret, Hujan ini dengan angin ini membuat beberapa Pohon Roboh dibeberapa Ruas jalan seperti
 - Jalan Ahmad Yani. Pohon yang tumbang melintang di tengah jalan saat lalu lintas padat;
-. Jalan Raya Rungkut, menutup setengah ruas jalan;
-. Jalan Tenggilis, seberang Apartemen Metropolis;
-. Jalan Rungkut Kidul Industri;
-. Jalan Kutisari;
-. Jalan Jemursari;
-. Jalan Ketintang;
-. Jalan Rungkut;
-. Dukuh Kupang Utara;
-. Jalan Kedung Baruk, MERR.
Bahkan beberapa orang melaporkan Hujan ini disertai Es, terjadi di daerah Margorejo .
sumber : Suarasurabaya.net



Sunday, 25 September 2016

Karcis Parkir berhadiah Kota Surabaya

    suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya menerapkan program karcis parkir berhadiah sejak 1 Maret 2016 lalu, untuk meningkatkan pemasukan retribusi parkir yang seringkali lolos dari pemantauan di lapangan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengklaim, ada peningkatan retribusi parkir hasil penerapan program karcis berhadiah ini.

Irvan Wahyu Drajat Plt Kepala Dishub Kota Surabaya mengatakan, data retribusi parkir Tepi Jalan Umum (TJU) maupun Tempat Parkir Khusus (TPK) menunjukkan adanya peningkatan hingga akhir Agustus 2016 lalu.

Hingga akhir Agustus 2015, data Dishub mencatat jumlah retribusi parkir TJU mencapai Rp9,2 miliar. Jumlah ini meningkat pada akhir Agustus 2016 menjadi sekitar Rp15,4 miliar, atau meningkat sekitar 68 persen.

Sedangkan retribusi TPK di lokasi yang dikelola Pemkot Surabaya seperti Balai Pemuda, Ampel, Gedung Eks Siola, juga di THP Kenjeran, menunjukkan adanya peningkatan sekitar 67 persen, dari Rp1,3 miliar pada akhir Agustus 2015, menjadi Rp2,2 miliar pada akhir Agustus 2016.

"Kalau dilihat dari data itu, ada peningkatan kesadaran masyarakat pengguna jasa parkir di Surabaya untuk meminta karcis parkirnya," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Sabtu (24/9/2016).

Namun, masih ada kendala-kendala yang belum teratasi terutama berkaitan dengan penerapan tarif dan penertiban parkir liar di TJU. Soal pengawasan parkir liar, Irvan mengaku kesulitan. Sebab, biasanya para juru parkir liar ini memang tidak terpantau oleh Dishub Kota Surabaya.

"Ini yang biasa dikeluhkan warga, jukir yang tiba-tiba muncul. Mereka sebenarnya bukan jukir. Munculnya mereka ini berkaitan dengan masalah sosial ya, yang timbul karena adanya pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan lainnya," katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Irvan mengatakan, perlu melibatkan pihak lain. Terutama dalam hal kontrol urbanisasi baik oleh pihak Kecamatan, hingga Dispendukcapil Kota Surabaya. Sayangnya, operasi yustisi yang selama ini menjadi momen untuk mengontrol urbanisasi sudah tidak dibolehkan.

Sedangkan dalam hal penerapan tarif parkir melebihi tarif yang sudah ditentukan oleh Dishub Kota Surabaya dan sudah tertera di karcis parkir, Dishub sudah punya rencana.

"Soal tarif, saat ini penerapan tarif parkir TJU memang belum memenuhi unsur keadilan. Antara pengguna parkir satu jam dengan yang lebih dari lima jam, tarifnya sama," katanya. Irvan mengakui, ada lokasi parkir tertentu yang memang memungkinkan pengguna parkir TJU memarkirkan kendaraan berjam-jam.

Jukir pun mengeluhkan target retribusi parkir harian dengan kebutuhan hidup yang harus didapatkan oleh Jukir setiap harinya. Untuk memenuhi unsur keadilan ini, Pemkot Surabaya berencana menerapkan parkir zona dan parkir progresif di beberapa TJU di Surabaya.

Namun, menurut Irvan, penerapan sistem parkir ini tidak mudah dan tidak murah. Salah satu kendalanya, harga peralatan mesin parkir yang cukup mahal.

Pemkot memang sudah menerapkan mesin parkir di lokasi TPK yang merupakan aset Pemkot Surabaya. Namun, banyak kendala yang akan muncul ketika sistem parkir dengan alat parkir ini diterapkan di area parkir TJU.

"Makanya kami melakukan ini secara bertahap. Ya, setidaknya akhir tahun ini kita mulai secara bertahap menerapkan sistem parkir di TJU dengan teknologi yang sudah diterapkan di TPK," katanya.

Dishub Kota Surabaya, mengingat adanya peningkatan retrubusi parkir dengan adanya program karcis parkir berhadiah ini, juga berencana meneruskan program ini di tahun yang akan datang. "Ya tapi kita sesuaikan dengan hasil evaluasi nanti di akhir tahun," katanya.

Selain retribusi parkir, pendapatan pemkot dari pos parkir juga berasal dari pajak parkir, yakni 20 persen dari tarif pakir yang dibayar oleh pelanggan di pusat perbelanjaan milik swasta.

Yusron Soemartono Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya mengatakan, target pajak parkir di Surabaya terus meningkat setiap tahunnya.

Pada 2015 lalu, target pajak parkir Rp56 miliar dengan realisasi 105 persen. Sedangkan tahun ini, target pajak parkir menjadi Rp60 miliar sudah teralisasi sekitar 78 persen hingga bulan September ini.

"Kalau untuk pajak parkir, kami optimisi bisa memenuhi target. Karena dari sembilan jenis pajak yang kami kelola, pajak parkir ini yang terus meningkat dan selalu memenuhi target," katanya.

Namun, Yusron mengatakan, dari sembilan jenis pajak yang dikelola DPPK Surabaya, pajak parkir termasuk jenis pajak yang kontribusinya tidak terlalu besar.

Ini dapat dibandingkan dengan target pendapatan seluruh pajak di Pemkot Surabaya yang mencapai Rp2,8 triliun pada 2016 ini, yang meningkat dari 2015 lalu sebesar Rp2,6 triliun.

"Yang paling besar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang targetnya Rp858 miliar tahun ini, serta BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) dengan target Rp830 miliar," ujarnya.(den)

Tuesday, 13 October 2015

2 Pasangan Paslon Walikota Surabaya siap Bertanding

    Rasiyo-Lucy (nomor 1) dan Risma-Whisnu ( nomor 2) merupakan dua pasangan calon dalam Pilwali Surabaya.
    Selain gabungan partai Demokrat-PAN yang mengusung Lucy dan PDIP yang mengusung Risma-Whisnu, inilah sikap partai lain terhadap dua pasangan calon ini.

Baik dukungan maupun bantahan terhadap klaim dukungan kepada calon menjadi sikap parpol atas kedua pasangan calon ini.
 Antara lain DPC Partai Hanura Kota Surabaya yang merencanakan deklarasi dukungan kepada pasangan Risma-Whisnu.
 Ony Philipus Ketua DPC Hanura Surabaya mengatakan rencana itu sudah pasti dilaksanakan, namun dia belum bisa memastikan kapan.
 "Karena juga perlu menyesuaikan jadwalnya pasangan calon," katanya kepada wartawan, Selasa (13/10/2015).
 Ony menjelaskan, komunikasi dengan PDIP telah dilakukan oleh Hanura. Yaitu pertemuan antara dirinya dengan Whisnu Sakti Buana Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.
 "Intinya, Pak Whisnu menyerahkan kepada kami kapan deklarasai itu digelar. Tapi tetap menyesuaikan dengan jadwal mereka," ujarnya.
 Hanura juga berencana menggerakkan potensi massa yang ada di masing-masing wilayah dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW dan RT untuk mendukung paslon Risma-Whisnu.
"Kami sudah tidak lagi mendukung, tapi sudah berkomitmen untuk memenangkan," kata Ony.
 Deklarasi dukungan atas Risma-Whisnu ini rencananya dilakukan setelah Musyawarah Daerah (Musda) Partai Hanura Jatim pada 20-21 Oktober 2015.
 Sementara di lain pihak DPD Partai Golkar dan DPC PPP Kota Surabaya membantah rencana dukungan kepada Rasiyo-Lucy pasangan calon yang diusung Demokrat dan PAN.
 "Saya belum tahu itu, saya belum pernah diajak bicara soal itu. Apalagi sudah menjurus dukung mendukung, masak instan begitu?" kata M. Alyas Ketua DPD Golkar Surabaya kubu Abu Rizal Bakrie (ARB).
 Meski demikian, Alyas mengatakan membuka kesempatan untuk berdialog.
 "Ngobrol dulu, baru kita formulasikan apa saja visi dan misi yang diusung. Beneran apa guyonan? kalau guyonan kami tidak mau," selorohnya.
 Golkar Surabaya, kata Alyas, sampai saat ini tidak mendapat perintah dari DPP untuk mendukung pasangan calon manapun.
 "Sinyalnya, kami diminta mengutamakan kepentingan Surabaya," katanya.
 Sementara Buchori Imron Ketua DPC PPP Surabaya mengatakan selama ini yang sudah berkomunikasi dengan PPP adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Whisnu Sakti Buana.
 "Walaupun sekarang belum ada deklarasi secara resmi mendukung pasangan calon Risma-Whisnu, tapi komunikasi dengan Pak Whisnu memang ada," ujarnya. Suarasurabaya.net ,   Suarasurabaya.BlogSpot.com

Penumpang Helikopter jatuh di danau toba selamat 13 October 2015

       Satu Penumpang kecelakaan helicopter di danau toba ditemukan dalam keadaan hidup . Penumpang yang bernama Fransiskus atau sering dipanggil frans merupakan 1 dari 5 penumpang Helikopter yang jatuh di danau Toba.
      Hal ini memberikan harapan bagi team SAR untuk mencari korban yang lain yang diharapkan selamat. menurut info dari Frans, kelima penumpang sempat meloncat ke air sebelum helicopter tenggelam di Danau Toba Sumater Utara. tapi karena ombak danau yang besar akhirnya frans terpisah dengan penumpang lainnya.
      Frans diselamkan di Danau Toba karena berpegangan pada Tananam Eceng Gondok yang banyak terdapat di Danau Toba,  Frans menceritakan kalau penumpang yang lainnya jg berpegangan di Eceng Gondok sebelum terpisah.

Tuesday, 25 November 2014

Filipina Gebuk Timnas 4:0

Harapan Publik Indonesia melihat Timnas Sepakbola Berjaya tinggal harapan, setelah semalam dikalahkan 4 goal tanpa balas oleh Filipina.
Indonesia gagal meraih poin penuh pertama ketika menghadapi Filipina di matchday II AFF Suzuki Cup 2014. Malah, 'Tim Garuda' dilumat 0-4 oleh Filipina.
Satu menit pertandingan berjalan, Indonesia sudah mendapatkan peluang. Berawal dari sebuah tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Filipina, Indonesia menciptakan kemelut di depan gawang Filipina. Namun, tendangan Achmad Jufriyanto tepat di depan gawang Filipina masih bisa diblok.

Pada menit ke-10, Filipina mendapatkan peluang lewat tendangan Misagh Bahadoran dari luar kotak penalti. Namun, tendangan Bahadoran masih bisa ditepis oleh kiper Indonesia, Kurnia Meiga.

Filipina yang mendominasi penguasaan bola akhirnya unggul 1-0 pada menit ke-16. Gol tersebut tercipta lewat tendangan penalti Phil Younghusband.

Penalti bermula dari sebuah backpass yang kemudian direbut oleh Bahadoran. Pemain bernomor punggung 9 itu kemudian menerobos masuk ke dalam kotak penalti dan dilanggar oleh Firman Utina. Kartu kuning pun dikeluarkan untuk Firman. Younghusband yang maju menjadi eksekutor penalti tidak membuang percuma kesempatan tersebut.

Tidak lama setelah gol tersebut, Patrick Reichelt mendapatkan ruang kosong di jantung pertahanan Indonesia. Reichelt kemudian melepaskan sepakan kaki kanan, tapi tendangannya masih melebar.

Di sisa babak pertama, para pemain depan Filipina berkali-kali mendapatkan ruang kosong di daerah pertahanan Indonesia. Berkali-kali juga mereka dengan leluasa melepaskan tembakan. Beruntung buat Indonesia, penyelesaian akhir para pemain Filipina buruk

Jawa Timur Siapkan diri hadapi dokter Asing

    Surabaya - Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, tenaga kerja asing termasuk dokter akan 'menyerbu' Jawa Timur. Untuk menghadapi serbuan dokter asing, Pemprov Jawa Timur akan menyiapkan 'tamengnya'.

"Prinsip dasarnya, Barrier Non Tarif. Jadi hambatan non tarif itu bisa dilakukan dengan berbagai checking terhadap negara lain," kata Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan di sela acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 50 di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (25/11/2014).
'Tameng' berupa pembatasan non tarif seperti, pembuatan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2014. Dalam perda tersebut, akan dirumuskan tentang penguasaan penanganan penyakit oleh dokter tersebut.
"Akan buat rumusan, dokter itu harus menguasai penyakit tropis Indonesia, khususnya Jawa Timur," tuturnya.
Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo mengaku yakin, perumusan di Perda tersebut akan dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur.
"Nanti dirumuskan oleh IDI, Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur), apa saja penyakit di Jawa Timur," terangnya.
Soekarwo menegaskan kembali bahwa Jawa Timur bukan menolak kehadiran dokter asing di era MEA.
"Tidak menolak, tapi ada barrier non tarif. Ada hambatan bukan tarifnya. Nah itu disesuaikan dengan kondisi Jawa Timur," jelasnya.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan masyarakat berobat ke luar negeri semakin banyak, Soekarwo mengakui yang paling sulit adalah merubah image luar negeri lebih bagus daripada di Jawa Timur.
"Makanya, pelayanan lebih bagus harus ditingkatkan. Bagaimanakan memberikan pelayanan pasca perawatan dan pengobatan (rawat inap) di situ. Apakah menyewa di sana, silahkan," tandasnya.

Sunday, 23 November 2014

Menhub dan Walkot Surabaya Bahas TREM - HEBAT



    Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan enggan membeberkan lahan mana saja yang nantinya akan dilewati jalur trem di Kota Surabaya. Alasannya, Jonan khawatir lahan yang dilalui akan dipermainkan spekulan tanah.

"jalurnya nggak mesti harus lewat situ (yang ada bangunannya). Kalau tahu jalurnya, nanti sampeyan malah dagangan. Nggak usah nanti saja," kata Menhub usai pertemuan dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk membahas rencana pembangunan trem Surabaya di ruang meeting Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (23/11/2014).

Rencana pembangunan trem di Surabaya akan dimulai tahun depan dan diperkirakan memakan waktu sekitar 2-3 tahun. Sebelum dilakukan pekerjaan fisik konstruksi, Kementerian Perhubungan terlebih dahulu melakukan reaktivasi jalur trem yang ada sebelumnya.

Rencana jalur trem tersebut tidak hanya Wonokromo-Tanjung Perak, Namun juga bisa melintasi kawasan tengah kota. Namun, mantan Dirut PT KAI ini enggan membeberkan daerah mana saja yang akan dilintasi jalur trem.

"Jangan tanya lewat mana saja. Karena itu nanti merubah sentimen harga tanah. Kalau harganya tanahnya mahal, bukan hanya terkendala, anda juga nggak bisa membantu saya juga," tandasnya.



Agenda Jokowi Senin ini, RAKOR dengan Gubernur seluruh Indonesia

    Presiden Joko Widodo pagi ini menerima Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian di Kantor Presiden. Pertemuan itu akan membahas agenda rakor Presiden dengan seluruh gubernur siang nanti.
"Nanti kan ada pertemuan dengan gubernur-gubernur," ujar Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (24/11/2014).
So‎fyan mengatakan, pertemuan dia dengan Jokowi juga membahas apa saja pembahasan antara Jokowi dengan para gubernur. Agenda rakor tersebut akan digelar siang nanti di Istana Bogor, Jawa Barat.
"Saya akan dibriefing oleh presiden terlebih dahulu dalam rangka pertemuan-pertemuan nanti," ujarnya.
Agenda Jokowi hari ini memang padat. Dia pagi ini dijadwalkan bertemu Menkeu, Wamenkeu dan Menko Perekonomian. Siang nanti dia akan gelar rakor dengan seluruh gubernur di Istana ‎Bogor. Sedangkan sore nanti, dia akan bertemu Menteri PDT dan Transmigrasi di Kantor Presiden

Prof Musakkir Pembantu Rektor UNHAS Tersangka Narkoba

    Jakarta - Guru besar Universitas Hasanuddin Prof Musakkir dan dua mahasiswi perguruan tinggi swasta yang kedapatan mengkonsumsi sabu direhabiltasi. Langkah medis tersebut diambil setelah tim assesment Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulawesi Selatan menyatakan bahwa ketiga tersangka itu layak direhabilitasi.

Sebelumnya, kata Endi (Kabid Humas Polda Sulsel) , pengacara tiga tersangka tersebut melayangkan surat permohonan untuk direhabilitasi. Surat tersebut lalu dilanjutkan ke pihak BNP untuk dilakukan assesment.

Assesment sendiri terdiri dari berbagai unsur, termasuk penyidik tim medis, dan psikolog. Meski demikian, rehabilitasi terhadap Musakkir dan dua mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar itu tidak berarti menghentikan proses pidana yang dilakukan kepolisian.

"Tidak berarti pidana berhenti saat direhabilitasi, penyidikan tetep berjalan," tegas Endi.

Musakkir dan lima rekannya ditangkap di hotel Grand Malebu, jalan Bontomanai, Makassar, Jumat dini hari (14/11). Dalam penggerebekan tersebut, anggota Satnarkoba menemukan dua paket sabu seberat 2 gram dan 2 butir pil ineks.

Tiga rekan Musakkir, IA, AS dan HI sudah lebih dulu ditetapkan tersangka pada gelar perkara di Polrestabes Makassar, Senin (17/11). IA yang juga merupakan dosen Hukum dan Kepala UPT Bantuan Hukum Unhas dikenakan pasal 112 dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, AS dikenakan pasal 114 dan pasal 127, sedangkan HI dikenakan pasal 132 jo Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009. Belum ada permohonan rehabilitasi dari tiga tersangka lainnya.

Thursday, 13 November 2014

Buruh Kepung Grahadi Siang Tadi

    Ribuan buruh berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo. Buruh dari Aksi Anti Upah Murah (KAUUM) Jatim itu meminta Gubernur Jatim Soekarwo untuk merekomendasikan bupati 4 daerah meneken UMK.
Yakni, Kabupaten Mojokerto Rp 2.697.000, Kabupaten Pasuruan Rp 2,7 juta, Kabupaten Sidoarjo Rp 2.710.000 dan Kabupaten Gresik Rp 2.727.000.
"Jangan sampai gubernur mengintervensi kepada bupati/walikota untuk memberikan upah terlalu rendah yang tidak masuk akal," teriak salah satu orator, Kamis (13/11/2014).
Aksi ribuan buruh ini sempat membuat kawasan Jalan Gubernur Suryo ditutup total. Imbasnya, Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Tunjungan mulai macet. Jalur Jalan Gubernur Suryo sudah ditutup. Polisi mengalihkan jalur dari arah Basuki Rahmat diarahkan lewat Embong Malang.suarasuabaya.blogspot.com

Friday, 31 October 2014

Cuaca Panas Surabaya menyebabkan Kebakaran

Cuaca Panas di Surabaya dan sekitarnya , banyak menyebabkan kebakaran, Kamis 30 October 2014, terjadi kebakaran besar di jl Putro Agung III Surabaya yang menyebabkan seluruh rumah habis terbakar. Hari ini di  Jalan Utama Porong - Pandaan , Terjadi kebakaran besar di Lahan Tebu . Akibat kering dan Panasnya Cuaca kebakaran yang membakar 3 Ha Lahan tebu ini juga membakar 3 rumah disekitarnya.
Akibat kebakaran lahan tebu ini, menyebabkan kemacetan yang panjang dari arah malang maupun dari arah Surabaya. Akibat asap yang hitam pekat menyebabkan kepolisian terpaksa sempat menutup jalan raya sehingga kendaran harus memutar lewat jalur gempol lama yang sempit.
Kemacetan dari arah Surabaya siang ini sudah terjadi sebelum jembatan arteri porong baru. kurang lebih 3-4 km .
Semoga PMK segera bisa memadamkan kebakaran yang sudah berjalan selama 3 jam ini.

PT HM Sampoerna pekerjakan karyawan Asing Ilegal

    Sebuah pabrik rokok besar di Jawa Timur diduga melakukan tindak pidana memperkerjakan tenaga asing tanpa izin. Tim dari Unit IV Subdit Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim mengamankan 3 pekerja asing dari Italia.

"Warga negara asing ini bekerja tanpa dilengkapi izin," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (31/10/2014).

3 Warga negara asing ini yakni D Addona Simone, Scintu Massimino, keduanya warga negara Italia. Fornello Luca warga negara Australia, bekerja di PT HM Sampoerna Tbk di Jalan Raya Malang-Surabaya KM 51,4 Kabupaten Pasuruan, sebagai pemasang mesin penggilingan tembakau dan mesin pengepakan rokok di area pabrik.

Pada Senin (27/10) lalu, tim Unit IV Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kompol Manang Soebeti ini mengamankan ketiganya saat sedang memasang mesin-mesin tersebut.

Saat diperiksa, pekerja asing tersebut hanya menunjukkan pasport dan visa kunjungan (indeks visa 211). Polisi juga menanyakan ke manajamen HM Sampoerna. Lagi-lagi, tidak ada dokumen yang 'membolehkan' warga asing bekerja di HM Sampoerna. Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen IMTA (Izin memperkerjakan tenaga asing) dari Kementerian Tenaga Kerja . suarasurabaya.blogspot.com

Tuesday, 14 October 2014

KPK Bergerak cek Pasar Turi


Proyek pembangunan Pasar Turi dilaporkan sejumlah pedagang ke KPK. Namun sampai saat ini, pimpinan KPK mengaku masih belum menerima pengaduan tersebut.

"Kami sedang menelaah dan memverifikasi laporan yang masuk terkait pemkot, investor, dan pejabat publik lainnya," ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnaen di sela acara Semiloka, koordinasi dan supervisi, pencegahan (Korsupgah) korupsi di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (14/10/2014).

Namun, sejauh ini KPK masih belum menemukan indikasi kuat tindak pidana korupsi. Meski begitu, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur ini berharap, pedagang Pasar Turi dapat terlayani.

"Yang Penting pedagang terlayani dan aset ini sesuai dengan kontrak yang disepakati," tandasnya

Nasib Pasar Turi

     Pemerintah Kota Surabaya memastikan tidak akan mengambil alih pembangunan Pasar Turi. Sebagai gantinya, pemkot kembali melakukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab keterlambatan dan kendala yang dihadapi investor selama pembangunan.
"Jadi kami sepakat hari ini kita akan melakukan kajian teknis yang akan menentukan apa sih yang menjadikan keterlambatan dan sebagainya," kata Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan pada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan investor di Balai Kota Surabaya, Selasa (14/10/2014).
Hendro menyebut ada beberapa yang menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian. Diantaranya adanya TPS, struktur bangunan dan aspek lainnya yang tidak disebutkan rinci.
"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sehingga ini nanti akan tunjuk tim teknis untuk Pasar Turi terkait dengan pelaksanaan penyelesaian Pasar Turi, antara lain tadi yang disampaikan ada TPS, ada bangunan ada struktur yang rodok mengganggu," ungkap dia.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini mengungkapkan akan tetap meminta investor untuk segera melakukan percepatan pembangunan selama tim teknis melakukan kajian.